PEDULI KEPENDUDUKANKemendukbangga/BKKBN

Data Kependudukan

Indeks Kepedulian terhadap Isu Kependudukan

IKIK mengukur sejauh mana masyarakat memahami, menyikapi, dan peduli terhadap isu-isu kependudukan.

Definisi IKIK

Indeks Kepedulian terhadap Isu Kependudukan (IKIK) adalah alat ukur yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana masyarakat memahami, menyikapi, dan peduli terhadap isu-isu kependudukan. Indeks ini mencakup berbagai dimensi kependudukan yang tidak hanya terbatas pada jumlah penduduk, tetapi juga menyangkut kualitas, persebaran, mobilitas, serta dampaknya terhadap pembangunan.

IKIK menjadi instrumen penting dalam merumuskan kebijakan yang berwawasan kependudukan karena mampu menggambarkan tingkat kepedulian masyarakat secara wilayah-spesifik, sehingga kebijakan dapat disusun lebih tepat sasaran sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan daerah. Pemilihan indikator didasarkan pada tiga aspek penting, yaitu Pengetahuan (Knowledge), Sikap (Attitude), dan Perilaku (Practice) masyarakat terhadap isu-isu kependudukan. IKIK menggunakan 13 indikator yang terbagi dalam empat dimensi utama: Kuantitas Penduduk, Kualitas Penduduk, Mobilitas Penduduk, dan Lingkungan.

Tujuan Penyusunan IKIK

  1. 1Mengukur tingkat kepedulian masyarakat terhadap isu-isu kependudukan melalui keempat dimensi tersebut.
  2. 2Menyediakan data dan informasi berbasis wilayah sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan berwawasan kependudukan.
  3. 3Menyajikan capaian IKIK di tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota.
  4. 4Mengidentifikasi disparitas antardaerah di Indonesia.
  5. 5Mendukung perencanaan dan pengembangan program kependudukan yang kontekstual dan berbasis kebutuhan lokal.

Manfaat Strategis

  • Alat evaluasi dan pemetaan kondisi kepedulian masyarakat di berbagai wilayah
  • Panduan dalam pengembangan strategi komunikasi, edukasi, dan advokasi
  • Penguat partisipasi masyarakat dalam pembangunan kependudukan
  • Pendorong kebijakan publik yang adil, merata, dan berbasis data
  • Instrumen untuk mengantisipasi dan merespons tantangan kependudukan di masa mendatang

Empat Dimensi dan 13 Indikator

Dimensi Kuantitas Penduduk

Dimensi Kuantitas mencerminkan tingkat kesadaran dan kendali yang dimiliki oleh keluarga dalam merencanakan jumlah anak serta menentukan waktu yang tepat untuk memiliki anak. Dimensi ini menekankan upaya mewujudkan perencanaan keluarga yang berkualitas melalui tiga indikator yang saling melengkapi.

  1. 1. Contraceptive Prevalence Rate (CPR)

    Yaitu persentase Pasangan Usia Subur (PUS) yang menggunakan alat atau cara kontrasepsi, baik modern maupun tradisional. Indikator ini mencerminkan tingkat akses dan pemanfaatan layanan Keluarga Berencana (KB).

  2. 2. Usia Kawin Pertama (UKP) ≥ 20 tahun

    Pada PUS usia 20 sampai 29 tahun, yaitu persentase Pasangan Usia Subur berusia 20 sampai 29 tahun yang pada saat pertama kali menikah berusia ≥ 20 tahun. Indikator ini merepresentasikan upaya pencegahan perkawinan usia anak serta kesiapan individu dalam membina rumah tangga.

  3. 3. Wanita Usia Subur (WUS) dengan Anak ≤ 2

    Yaitu persentase WUS yang berstatus kawin atau pernah kawin dengan jumlah anak dua atau kurang. Indikator ini menggambarkan preferensi terhadap ukuran keluarga kecil yang berkualitas.

Dimensi Kualitas Penduduk

Dimensi Kualitas mencerminkan tingkat kesejahteraan, kemandirian, dan ketangguhan keluarga dalam membangun kehidupan yang layak, sehat, dan produktif. Dimensi ini menekankan peningkatan kapasitas manusia serta akses terhadap sumber daya sosial dan ekonomi yang menunjang kualitas hidup keluarga.

  1. 1. Rata-rata Lama Sekolah

    Yaitu jumlah tahun yang ditempuh penduduk usia 15 tahun ke atas dalam mengikuti pendidikan formal. Indikator ini menggambarkan tingkat pencapaian pendidikan suatu penduduk dan menjadi salah satu ukuran penting dalam pembangunan sumber daya manusia.

  2. 2. Kepemilikan Rekening oleh Penduduk Usia ≥ 17 Tahun

    Yaitu persentase penduduk berusia 17 tahun ke atas yang memiliki rekening tabungan di bank atau koperasi simpan pinjam. Indikator ini menunjukkan tingkat inklusi keuangan keluarga dan akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.

  3. 3. Tingkat Perceraian

    Yaitu proporsi jumlah kasus perceraian dalam setahun terhadap jumlah laki-laki usia 15 tahun ke atas yang berstatus menikah dikalikan 1.000. Indikator ini menjadi cermin stabilitas dan ketahanan keluarga; semakin rendah angka perceraian, semakin kuat fondasi sosial dan emosional dalam keluarga.

  4. 4. Penolong Persalinan oleh Tenaga Kesehatan

    Yaitu persentase persalinan anak terakhir dalam dua tahun terakhir yang ditolong oleh tenaga medis profesional seperti dokter, bidan, maupun perawat. Indikator ini mencerminkan akses keluarga terhadap layanan kesehatan ibu dan anak yang aman dan berkualitas.

  5. 5. Balita Punya Akta Lahir

    Yaitu persentase balita yang memiliki akta kelahiran. Kepemilikan akta lahir menjadi bukti identitas hukum pertama seorang anak dan dasar untuk memperoleh berbagai layanan publik seperti pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.

  6. 6. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)

    Yaitu persentase penduduk usia kerja yang sudah masuk dalam angkatan kerja namun belum mendapatkan pekerjaan dan masih berusaha mencari pekerjaan. Indikator ini menggambarkan kemampuan keluarga berpartisipasi aktif dalam kegiatan ekonomi.

Dimensi Mobilitas Penduduk

Dimensi Mobilitas mencerminkan dinamika pergerakan penduduk yang memengaruhi keseimbangan persebaran dan potensi pembangunan di berbagai wilayah. Dimensi ini menggambarkan kemampuan dan kecenderungan keluarga untuk menetap maupun berpindah tempat tinggal dalam rangka meningkatkan kesejahteraan hidup.

  1. 1. Penduduk Non-Migran Usia ≥ 25 Tahun

    Yaitu persentase penduduk usia 25 tahun ke atas yang tempat lahirnya sama dengan tempat tinggal sekarang. Indikator ini mencerminkan tingkat keterikatan dan stabilitas penduduk terhadap wilayah asalnya, sekaligus konsistensi dalam membangun kehidupan sosial, ekonomi, dan keluarga di daerah tempat tinggal.

  2. 2. Migrasi Keluar Penduduk Usia ≥ 25 Tahun

    Yaitu persentase penduduk usia 25 tahun ke atas yang tempat lahirnya berbeda dengan tempat tinggal sekarang. Indikator ini menunjukkan mobilitas penduduk dewasa dalam mencari peluang kerja, pendidikan, maupun kehidupan yang lebih baik di wilayah lain.

Dimensi Lingkungan

Dimensi Lingkungan mencerminkan kondisi tempat tinggal dan akses keluarga terhadap fasilitas dasar yang mendukung kehidupan yang sehat, layak, dan berkelanjutan. Dimensi ini menekankan pentingnya kualitas hunian dan ketersediaan sarana pendukung yang memengaruhi kesejahteraan fisik maupun sosial keluarga.

  1. 1. Rata-rata Luas Lantai Per Kapita

    Yaitu rata-rata luas lantai hunian yang ditempati dibagi jumlah anggota rumah tangga. Indikator ini menggambarkan tingkat kepadatan hunian sekaligus kualitas tempat tinggal yang dimiliki masyarakat. Semakin besar luas lantai per orang, semakin baik kondisi kelayakan huniannya.

  2. 2. Akses terhadap Air Bersih

    Yaitu persentase penduduk yang memiliki akses terhadap sumber air layak untuk kebutuhan minum sehari-hari, seperti air kemasan, air isi ulang, air ledeng, sumur bor atau pompa, serta sumur terlindung. Indikator ini menunjukkan kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan dasar dengan sumber air yang aman dan sehat sebagai prasyarat penting bagi kesehatan dan kualitas hidup.

Klasifikasi IKIK

Rentang distribusi kuartil capaian.

Rendah < 49

Masyarakat masih belum memiliki kepedulian terhadap permasalahan kependudukan di sekitarnya. Isu-isu terkait pertumbuhan penduduk, kualitas sumber daya manusia, dinamika mobilitas, serta dampak lingkungan belum menjadi perhatian utama.

Sedang 49 ≤ IKIK < 58

Mencerminkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap isu kependudukan, meskipun perhatian tersebut belum merata pada seluruh dimensi dan belum diikuti dengan partisipasi aktif atau kebijakan yang konsisten.

Tinggi 58 ≤ IKIK < 75

Sebagian besar masyarakat telah menunjukkan kepedulian yang nyata terhadap isu kependudukan dan mulai berperan aktif dalam upaya penyelesaiannya. Kepedulian sudah cukup kuat dan mulai terintegrasi dalam tindakan nyata, meskipun masih ada beberapa dimensi yang belum sepenuhnya optimal.

Sangat Tinggi ≥ 75

Menggambarkan kondisi masyarakat yang memiliki tingkat kepedulian komprehensif terhadap seluruh dimensi kependudukan, yaitu kuantitas, kualitas, mobilitas, maupun lingkungan, dengan kesiapan dan komitmen yang kuat dalam mendukung pembangunan kependudukan yang berkelanjutan, baik pada tataran individu, komunitas, maupun kelembagaan.

Sumber Data Resmi

Survei tahunan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS).

Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas)

Contraceptive Prevalence Rate (CPR)Usia Kawin Pertama (UKP) ≥ 20 tahunWanita Usia Subur (WUS) dengan Anak ≤ 2Rata-rata Lama SekolahKepemilikan Rekening oleh Penduduk Usia ≥ 17 TahunPenolong Persalinan oleh Tenaga KesehatanBalita Punya Akta LahirPenduduk Non-Migran Usia ≥ 25 TahunMigrasi Keluar Penduduk Usia ≥ 25 TahunRata-rata Luas Lantai Per KapitaAkses terhadap Air Bersih

Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas)

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)

Publikasi Statistik Berkelanjutan

Tingkat Perceraian
Buka Dashboard Interaktif
Indeks Kepedulian terhadap Isu Kependudukan (IKIK) | PEDULI KEPENDUDUKAN